7 Desember 2021

AMBRUK : Kondisi tembok SMA Negeri 6 Muratara yang ambruk akibat tak kuat menahan genangan air.

Tembok SMA N 6 Karang Dapo Ambruk

PAGARALAM POS, Muratara – Menjadi polemik didalam masyarakat sekitar, terkait ambruknya tembok sekolah yang baru di bangun oleh pihak SMA Negeri 6 muratara, yang berlokasi di Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Tembok yang diketahui sepanjang 100 Meter, yang dibangun sekitar tiga bulan lalu, bersumber dari sumbangan dana wali murid, kini tidak hanya menjadi polemik didalam masyarakat sekitar, melainkan wali murid yang dipinta sumbangan bervariasi mulai Rp 100ribu hingga Rp 250ribu untuk pembangunan tahun anggaran 2021 itu.

Ketua Komite Sekolah, Zuhairi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa bangunan tembok tersebut di bangun sekitar tiga bulan yang lalu, dan dananya memang berasal dari kumpulan wali murid, mulai dari kelas I, kelas II dan kelas III, yang nominalnya berbeda.

“Terkait robohnya tembok tersebut, itu karena genangan air yang sangat tinggi, sehingga temboknya tidak kuat menahan beban. Sedangkan lobang tempat air keluar tidak ada, dan menyebabkan temboknya menjadi roboh. Mungkin itu kekhilafan dari kami,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala SM Negeri 6 Muratara Zainal Abidin, saat disinggung apakah tembok tersebut dibangun asal jadi?. Ia sangat membantah keras, dan memberikan keterangan serupa terhadap apa yang disampaikan Komite Sekolah, bahwa robohnya tembok tersebut memang dilandasi genangan air hujan yang menumpuk, sehingga tidak terbendung mengakibatkan tembok menjadi roboh.

“Tembok yang roboh itu sangat jelas karena bencana alam, dan bukan kesalahan dari pihak yang mengerjakannya. Air hujan yang terlalu banyak menumpuk disana, membuat tembok sekolah tersebut roboh. Tidak kuat menahan beban, Ia menjadi roboh,” ungkapnya. (Vil23)