SIAK Hanya Muat 55 Huruf


ADMINDUK: Petugas pelayanan Disdukcapil tengah melakukan input data penduduk, yang melakukan pembuatan KTP-el.

PAGARALAM POS, Pagaralam – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pagaralam mengimbau kepada masyarakat, untuk hati-hati dalam memberikan nama pada anak.

Hal ini agar tidak terjadi permasalahan serupa, seperti yang di alami warga Tuban yang menamai anak terlalu panjang dengan 19 kata, sehingga kesulitan dalam melakukan kepengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk), seperti Kartu Keluarga (KK) Akte Kelahiran dan Kartu Indentitas Anak (KIA).

Plt Kepala Disdukcapil Kota Pagaralam Fahrozi Nurhafi SSTp MSi melalui Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Surono mengatakan, bahwa selain jangan terlalu panjang dalam memberikan nama pada anak, Dirjen Dukcapil sudah mengimbau agar nama yang di berikan tidak memakai simbol, tidak menggunakan alias, tidak disingkat serta muda di eja.

“Karena nama yang bisa dicatat, jumlah maksimal huruf yang dapat masuk dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sebanyak 55 huruf, sehingga dalam dokumen kependudukan hanya 55 kata termasuk spasi, bila sudah lebih dari itu tidak muat lagi di kolom dokumen kependudukan,” jelas Surono.

Surono menyebut, begitu juga dengan singkatan baik itu didepan maupun ditengah, serta dibelakang nama juga harus ditulis dengah jelas, contoh Muhammad atau Mahmud, jangan ditulis M saja, karena ini juga akan bermasalah jika seeorang tersebut membuat paspor di kantor Imigrasi. “Jadi soal nama memang sensitif, sehingga benar-benar harus diperhatikan, dalam penulisan begitu juga dengan ejaanya,” ucapnya.

Ditambahkan Surono, meskipun tak ditampik, di Kota Pagaralam sendiri ada yang namanya panjang, namun belum ditemukan yang kesulitan dalam mengurus Adminduk. “Artinya masih biasa saja, namun kita juga berupaya mengimbau masyarakat, seperti halnya yang dilakukan oleh Dirjen Dukcapil saat ini,” tandasnya. (Cg09)

Previous Bertekad Naik Tingkat Kategori Madya, Pemkot Pagaralam Raih Penghargaan APE Pratama 2020
Next Genjot Pendapatan Pajak Kendaraan