30 November 2021

Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Foto: adi/Pagaralam Pos Sawah: Kades Batupanceh, Suparjo beserta petani menunjukan areal persawahan yang diserang hama tikus, kemarin.
Foto: adi/Pagaralam Pos
Sawah: Kades Batupanceh, Suparjo beserta petani menunjukan areal persawahan yang diserang hama tikus, kemarin.

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Ratusan hektar sawah di tiga desa dalam wilayah Kecamatan Tebing Tinggi yakni Batupanceh, Aurgading dan Terusan Baru rusak. Akibat serangan hama tikus dan wereng, tanaman padi berumur sekitar tiga bulan milik petani ini terancam gagal panen.

Menurut sejumlah petani, padi yang terserang hama tikus ini sudah berumur 3 bulan. Beberapa diantaaranya sudah di tinggalkan pemiliknya karena sudah dipastikan gagal panen karena diserang hama tikus dan wereng. “Saat ini petani cuma bisa pasrah, andai juga bisa panen, sudah dipastikan mengalami kerugian,” ujar Zainal (55), salahseorang petani di Desa Batupanceh, kemarin.

Zainal menyebut, petani di wilayah Desa Batupanceh, Kecamatan Tebing Tinggi, sangat minim perhatian pemerintah. Seperti yang terjadi saat ini, petani hanya bisa pasrah saja. Sebab tidak ada pendampingan bagi petani untuk dapat menanggulangi masalah hama yang saat ini menyerang. “Kalau sudah gagal panen, ya berusaha sendiri-sendiri saja. Kalau mau hidup, tarik nafas sendiri-sendirilah,” cetusnya.

Kades Batupanceh, Kecamatan Tebing Tinggi, Suparjo membenarkan banyaknya tanaman padi milik petani di desanya terserang hama tikus dan wereng. “Sudah dilaporkan kondisi pertanian padi di desanya, namun hingga kini belum ada respon dari pemerintah kabupaten,” singgungnya. (07)

#baca berita selanjutnya….terbit 25 juni 2016#