Petani Karet Beralih Tanam Pinang Betara

FOTO : Vilkodril/Pagaralam Pos
BERALIH: Petani karet persiapan lahan Karet diganti dengan tanaman komoditi Pinan Betara ditanami padi dan sayuran, kemarin (14/1).

PAGARALAM POS, Muratara Rendahnya harga karet atau sangat menurunnya penghasilan Petani dari komoditas pohon karet, membuat petani di Kabupaten Musi Rawas Utara  menggantikan tanaman komiditi lain yakni Pinang Betara. Sisi lain, areal lahan yang terlanjut dibuka untuk persiapan lahan ditanamani padi, dan sayur-sayuran.

Salahseorang petani karet yang melirik komoditas Pinang Betara ini, Kasim (50). Warga Desa Jangkat, Kecamatan Ulu Rawas saat ditemui dikebun miliknya mengatakan, penghasilan dari karet sudah tidak lagi menjamin untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup nya bersama keluarga. Sehingga membuat dirinya menggantikan lahan kebun karet yang tidak produktif lagi, menjadi kebun Pinang Betara.

“Tidak hanya saya, sudah cukup banyak masyarakat disini yang selaku petani karet mengeluhkan akan harga karet, sehingga mereka mengalihkan kebun karet miliknya kepada komoditas tanaman lain,” kata Kasim.

Selain itu, hal yang sama juga dilakukan Petani Cik Man, ia mengatakan saat ini petani cenderung menanam pinang dan bersambil menanam padi beserta sayur-sayuran. Menurutnya, selain perawatan tanaman Pinang dinilai lebih mudah, harga nya juga yang cukup sangat memadai. Sehingga hal itu menjadi alasan bagi dirinya mengalihkan Komoditas Karet kepada Komoditas pohon Pinang.

“Alhamdulillah, untuk sementara ini sembari menunggu Pinang yang kita tanam membesar hingga berbuah. Kita sisipkan diantaranya tanaman padi dan tanaman lainnya yang bersifat panennya tidak memerlukan waktu yang lama. Sehingga kebutuhan makan, termasuk sayur-sayuran dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari selalu terpenuhi,” ucapnya.

Selanjutnya, mereka para petani berharap kepada pemerintah yang berwenang, agar selalu memperhatikan dan mendukung mereka para petani, sehingga apa yang menjadi tanaman yang diprioritaskan mampu membuat mereka sejahtera, setidaknya dapat selalu berkesinambungan terus menerus di dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. (Vil23)