Penjualan LPG 12 Kg Merosot Tajam

PAGARALAM POS, Pagaralam – Kenaikan harga gas LPG (Liquid Protolium Gas) ukuran 12 kg yang belakangan tembus sekitar 68 persen, membuat sejumlah penjualan bahan bakar gas non subsidi di sejumlah pengecer merosot tajam. Hal ini dipicu sebagian masyarakat lebih memilih tabung gas subsidi 3 kg.

Seperti diakui Bambang (50), salahsatu pengecer LPG di kawasan Guppi, Kelurahan Bangun Rejo, Kecamatan Pagaralam Utara. Dirinya mengaku, penjualan LPG non subsidi 12 kg ini merosot tajam pasca tembusnya harga mencapai Rp.145 ribu. “Padahal sebelum kenaikan sekitar Rp.97 ribu/tabung, sekitar 30 tabung setiap harinya laku terjual. Namun saat ini dengan harga Rp.145 ribu, penjualan turun drastis, tak lebih dari 10 tabung setiap harinya,” ungkapnya, kemarin (6/1).

Malahan diakuinya, sebagian masyarakat di sekitar depot ecerannya menanyakan tabung gas 3 kg. “Cukup banyak yang menanyakan harga tabung 3 kg dan berniat membelinya. Karena kita hanya sedikit memiliki tabung subsidi ini, maka kita belum berani jual,” ucapnya.

Sejauh ini, para pengecer katanya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, dari HET (harga eceran tertinggi) di agen saja sudah dibanderol sekitar Rp.135 ribu. “Tentunya kita juga jual lebih dari itu, sekitar Rp.145 ribu, sama dengan pengecer lainnya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM dan PP) Kota Pagaralam Drs. Rahmad Madroh, melalui Kabid Perdagangan Rano Fahlezi mengaku belum mendapat edaran resmi dari pihak Pertamina. Namun kenyataaan di lapangan, harganya sudah naik di pasaran. “Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini masih dikaji ulang oleh Pusat. Untuk kepastiannya, jika ada keputusan resmi akan kita tindaklanjuti di lapangan. Salahsatunya melakukan pemantauan harga,” jawabnya. (06/CE-V)

error: Content is protected !!