Pengecer Disodor Tandatangani Blanko Kosong

PAGARALAM POS, Pagaralam – Usai melakukan penyegelan dan “mengobok-obok” salahsatu distributor pupuk (UD Ayek Lematang) di simpang tiga Ali Topan, Jalan Trip Yunus, Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara, kemarin, sejumlah pengecer kembali diperiksa di ruangan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Pagaralam.

Alhasil, kuat dugaan temuan kecurangan oleh distributor PT Pertani kembali didapat. Dengan modus, pengecer diminta tandatangan blanko kosong, terkait permintaan kebutuhan pupuk. “Berdasarkan hasil sementara saat ini, adanya kejanggalan yang dilakukan distributor pengecerlah yang jadi korbannya,” ujar Kepala Kejari Kota Pagaralam Rabu SH, melalui Kasi Pidsus Hafit Suhandi MH, didampingi Kasi Intel Syahril Siregar SH.

Setelah dari distributor Ayek Lematang, pihaknya mendalami distributor PT Pertani tentang laporan permintaan pupuk. Didapat kejanggalan dengan modus ada pengecer menandatangani blanko kosong.

Beber Hafit, yaitu Pengecer Citra Tani, di 2012 silam terdapat selisih pupuk Phonska 89,6 ton, SP36 sebanyak 2 ton, Petro Organik 16 ton. Juga di Januri – Juli 2013 pupuk Phonska 30 ton, ZA sebanyak 8 ton, 8 ton pupuk SP 36, dan Petro Organik sebanyak 30 ton. Sama halnya dengan Pengecer Tani Maju Empat,  di Januari – Juli 2013 ada selisih pupuk dengan jumlah 40 ton pupuk SP 36 ditambah Phonska sebanyak 67 ton.

“Dari pemeriksaan pengecer, yakni Setiawan (Citra Tani) dan Titin (Tani Maju Empat), mereka sama sekali tidak mengetahui adanya selisih, bahkan mereka sempat mengisi blanko kosong,” kata Hafit seraya mengatakan, dalam pemeriksaan tim Pidsus mendapati permintaan pupuk petani tidak sesuai dengan ketentuan, yang seharusnya dibagi per wilayah masing-masing.

Terkait barang bukti yang diamankan dari hasil penggeledahan di toko pupuk distributor Ayek Lematang, saat ini pihaknya kata Hafit masih memeriksa intensif sejumlah dokumen orderan penebusan pupuk. “Hanya saja kita belum mendapati dokumen penebusan yang kita incar, yaitu bukti laporan berupa dokumen asli,” katanya.

Namun katanya, dari temuan yang ada, mulai mengerucut ke tersangka. “Untuk penetapan kepada tersangka kita akan kita panggil saksi untuk diperiksa sebagai saksi dan dalam waktu dekat mengajukan permohonanan audit BPKP. Kita tidak gegabah untuk menetapkan tersangka,” imbuhnya. (06/CE-V)