Pedagang Lotre Disekolah Resahkan Warga


Foto : Adi/Pagaralam Pos Pedagang lotre: Salah seorang pedagang lotre yang sedang menjajakan dagangannya di SD Negeri 1 Tebing Tinggi.
Foto : Adi/Pagaralam Pos
Pedagang lotre: Salah seorang pedagang lotre yang sedang menjajakan dagangannya di SD Negeri 1 Tebing Tinggi.

PAGARALAM POS, Empat Lawang – Maraknya penjualan kartu mainan anak dengan iming-iming hadiah yang dijual di Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kecamatan Tebing Tunggi Kabupaten Empat Lawang. Tentu saja hal ini membuat wali murid resah. Sebab, mainan itu dianggap kurang mendidik bagi siswa sekolah Dasar.

“Wali murid mengeluhkan kartu dengan iming-iming hadiah yang dijual di sekolah-sekolah,” kata Sri Wagianti Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Tebing Tinggi, kemarin.

Menurut dia, gambar kartun yang lucu, seperti hello kity maupun spydermen serta iming-iming hadiah berupa sejumlah uang, menarik minat anak-anak SD untuk membelinya. Terlebih bagi siswa kelas 1 SD. Satu buah kartu dijual dengan harga Rp 500. Uang saku yang seharusnya untuk jajan, dihabiskan untuk membeli mainan yang belum tentu mendapat hadiah yang didambakan.

“Kartunya itu digosok pakai uang atau kuku, nanti ada tulisan hadiahnya, kalau tidak ada tulisan berarti tidak ada hadiahnya. Beli 10 saja sudah menghabisakan uang Rp 5000,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, Saya pernah menegur langsung orang yang berjualan lotre di area kanti SD 1 ini dan melarangnya untuk berjualan Lotre lagi karena itu mengandung Judi, bahkan saya sudah memasang papan pengumuman larangan berjualan lotre. Tindakan tersebut dilakukan dengan harapan agar para pedagang jangan menjual barang-barang itu lagi. “Sebab bisa merusak mental siswa, apalagi siswa yang masih sekolah dasar. Menurut Pratono, anak kecil itu mudah tergiur dengan hadiahnya,” Jelasnya.

Pihaknya tidak melarang orang untuk berjualan, namun menyarankan agar para pedagang memilah-milah dagangan apa saja yang pantas dijual di lingkungan SD. “Pedagang harus diingatkan, karena pedagang seperti itu kemungkinan berjualan di lokasi yang berpindah pindah,” imbuhnya.

Menurut Udin (37) pedagang mainan yang terdapat diarea Sekolah dasar saat di bincangi Jurnalis ini mengaku pernah berjaulan lotre. “Dulu memang saya pernah berjualan lotre berhadiah,” Akunya.

Namun Hal tersebut lanjutnya dilarang keras oleh kepala sekolah dan saya beralih untuk berdagan mainan anak saja, seperti magnet, mobil-mobilan dan banyak lagi. (07)

Previous Bahas Persiapan UN dan Perpisahan Siswa
Next Pelangan PDAM Protes, Setahun Tak Nikmati Air Bersih