Konsentrasi ke PTM Terbatas


Ilustrasi

PAGARALAM POS, Palembang – Pandemi Covid-19 di Sumsel menunjukkan tren positif. Semua kabupaten/kota sudah masuk zona kuning. Angka kasus konfirmasi positif juga terus turun. Tingkat keterisian tempat tidur pasien dan ICU juga lebih baik dibandingkan bulan lalu. Bahkam BOR di Sumsel hanya 9 persen atau dari 2.718 bed hanya terpakai 253 bed.

Meski semua hal yang menyangkut Covid-19 sudah membaik, Gubernur Sumsel, Herman Deru menitikberatkan konsennya pada pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. “Konsentrasi saya masih di penerapan protokol kesehatan di sekolahan. Saya ingin selalu mengingatkan itu. Saya tidak mau lolos seperti yang terjadi di salah satu provinsi, timbul kluster baru,” ujar Deru.

Deru mengatakan, pemahaman kelompok dewasa dan anak-anak yang akan masuk sekolah ini berbeda terkaot Covid-19 ini. “Kalau kelompok dewaza sudah saling memahami, yang anak-anak (sekolah) ini menjadi kekhawatiran. Alhamdulillahnya di Sumsek masih terjaga,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkannya, kepada seluruh pihak yang berada di lingkungan sekolah, baik itu guru, komite, termasuk para orang tua untuk ikut menjaga penerapan prokes secara ketat. “Jangan hanya menyerahkan pada Satgas Covid, tapi bersama-sama mencegah agar tidak terjadi kluster baru. Harus benar-benar disiplin menjaga prokes. Ini konsen saya saat ini, karena mereka ini masa depan bangsa,” ungkap Deru.

Deru menambahkan, pihaknya berharap ada penurunan level saat kebijakan PPKM di luar Jawa Bali berakhir pada 20 September mendatang. Sehingga, masyarakat bisa bebas beraktivitas. “Tetap dengan prokes ketay, saya ingin semua aspek tumbuh, baik itu ekonomi, sosial dan dengan keaehatan yang terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, meski kasus positif turun, kesembuhan meningkat dan angka kematian kecil, kondisi ini harus terus dijaga terus agar semakin membaik. “Caranya dengan disiplin Prokes,” katanya.

Lanjutnya, salah satu yang kini jadi perhatian adalah dengan menekan angka kematian. Dimana CFR Sumsel mencapai 5,06 persen. “Meski sudah turun drastis, tetap harus ditekan dengan meningkatkan angka kesembuhan. Saat ini angka kesembuhan Sumsel 93,27 persen,” ujar Lesty.

Lesty mengungkapkan, Terkait dengan vaksinasi di Sumsel, pihaknya juga terus berupaya mengejar target dengan ketersediaan vaksin yang ada. “Saat ini, vaksinasi dosis 1 telah disuntikkan pada 1.437.548 orang atau 22,81 persen. Dosis 2 sebanyak 818.002 orang atau 12,98 persen san dosis 3 untuk para nakes telah mencapai 55,79 persen atau 27.340 orang,” ungkapnya. (Rian20)

Previous Eksekutif dan Legislatif Muba Setujui RAPBD-P Muba 2021
Next Komisi Komisi Dewan Sampaikan Hasil Pembahasan, Terhadap APBD Perubahan Anggaran 2021.