Kejari Segel Toko Distributor Pupuk

PAGARALAM POS, Pagaralam – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam melakukan pengusutan adanya indikasi kuat penyimpangan dalam pendistribusian pupuk subsidi di Kota Pagaralam. Setelah sebelumnya didapat temuan bukti selisih permohonan pupuk oleh petani.

Pantauan Pagaralam Pos di lapangan, setelah “mengobok-ngobok” data, penyidik langsung melakukan penyegelan toko pupuk milik salahsatu distributor (Petrokimia Gresik) yakni UD Ayek Lematang di simpang tiga Ali Topan, Jalan Trip Yunus, Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara, sekitar pukul 13.00 WIB, kemarin.

Penggeledahan dipimpin langsung Kasi Pidsus Hafit Suhandi MH didampingi Kasi Intel Syahril Siregar SH dan 7 orang lainnya. Sejumlah barang bukti dokumen disita penyidik. Dua dus berisikan dokumen, termasuk satu unit CPU komputer dibawa untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Pun menyita satu unit truk boks bernopol BG 8270 AO, diduga kuat untuk melancarkan kecurangan pendistribusian pupuk subsidi.

Kajari Kota Pagaralam Ramu SH melalui Kasi Pidsus Hafit Suhandi MH didampingi Kasi Intel Syahril Siregar SH mengatakan, kecurigaan dugaan kecurangan distribusi ini setelah pihaknya memantau adanya kelangkaan pupuk subsidi di lapangan. “Setelah kita dalami dan kroscek ke lapangan, didapatkan berbagai kejanggalan mengenai penyaluran pupuk kepada petani. Temuan kuat, jumlah permintaan petani melalui kelompok tani dilebihkan dari jumlah kebutuhan, namun penyaluran pupuk tersebut tidak jelas ke mana,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, belum lama ini, pihaknya telah memerika sedikitnya 10 pengecer, termasuk distributornya, UD Ayek Lematang (pupuk gresik), PT Pertani, Pamola dan KSU (urea). Hasil temuan sementara, data permintaan di 2012, dari dua pengecer saja sedikitnya ada selisih sekitar 500 ton lebih pupuk subsidi (pengecer dari distributor UD Ayek Lematang) untuk distribusi pada 2012 silam. Toko Amanto 2010 sudah tutup, namun nama pengecer tersebut digunakan distributor Ayek Lematang untuk penebusan. Total 144 ton, temuan sekitar 32 ton za 64 ton phonska, 24 ton pupuk SP36. Sedangkan di pengecer Sahabat Tani, asal selisih pupuk ZA sebanyak 92 ton, SP 36 sebanyak 84,6 ton, pupuk Phonska sebanyak 137 ton, pupuk Petro Organik 80 ton.

Terkait penyidikan kasus ini, pihaknya juga telah mengarah kepada dua orang tersangka. Namun, pihaknya masih enggan menyebut nama dimaksud. Pun adanya indikasi keterlibatan dari pihak penyuluh (PPL), tidak menutup kemungkinan menyeret tersangka lainnya di dinas. (06/CE-V)

 

 

error: Content is protected !!