Jelang Pilkades, Pemohon KTP-el Meningkat


MENGURUS : Warga tampak mengurus administrasi kependudukan di Disdukcapil Lahat.

PAGARALAM POS, Lahat – Jelang Pilkades serentak Desember nanti, KANTOR pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lahat, kian ramai didatangi warga. Keramaian ini sudah terpantau sejak sepekan terakhir. Mayoritas warga lakukan pengurusan KTP-el dan administrasi kependudukan lainnya. Apalagi ini jadi salah satu syarat yang harus dilengkapai bagi para calon Kepala Desa nantinya.

“Saat ini bisa 150-200 pemohon (wargam, red). Ada yang mengaku untuk syarat ikut pencalonan Kepala Desa,” ujarnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lahat, Iskandar Supratman SE MM, via seluler, Rabu (13/10).

Selain itu, ada juga warga yang lakukan pengurusan administrasi kependudukan untuk bekerja dan masuk universitas. Sedangkan untuk ketersedian blangko KTP-el, Disdukcapil Lahat kembali mendapatkan tambahan blangko KTP-el sebanyak 3000 lembar. Jumlah itu dipastikan aman untuk sampai sekitar dua bulan ke depan.

“Kita tetap berusaha berikan pelayanan yang terbaik, kepada masyarakat diharapkan bersabar dalam menunggu antrian. Apabila stok blangko mulai berkurang, kita segera mungkin mengusulkan adanya penambahan,” sampai Iskandar.

Disisi lain, Kepala Dinas PMDes Lahat, Darul Efendi melalui Kabid Administrasi Pemerintahan Desa, Elis Suryati SE, melalui Kasi Administrasi Desa Ahmad Hidayatullah mengatakan, KTP jadi salah satu syarat bakal calon Pilkades. Untuk kandidat diperbolehlan bukan dari warga desa setempat, walaupun belum berdomisili. “Boleh kandidat bukan domisili, asalkan punya KTP. Kemudian untuk surat menyuratnya harus ditempat dia berdomisili, lalu diberikan kepada panitia tempat pelaksanaan Pilkades tersebut,” ungkapnya.

Darul Efendi membeberkan, hal itu tertuang dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128, dimana pemilihan kepala desa secara langsung oleh masyarakat desa dan tidak mensyaratkan harus berdomisili didesa setempat. “Jika kandidat itu terpilih, maka harus pindah ke desa tempat ia bakal menjabat. Sedangkan untuk daftar pemilih tetap (DPT), maka harus warga yang berdomisili,” bebernya. (her18)

Previous Pasal Hewan Ternak, Kakek Ditembak Hingga Tewass
Next Delapan Rumah Terendam, Jalan Terputus