Fokus Libatkan Masyarakat, Program Kotaku Masih Berkelanjutan


MASIH BERKELANJUTAN : Program Kotaku di Kota Pagaralam masih berkelanjutan. Baik itu mengatasi perkumuhan ataupun sanitasi hingga kegiatan pelaksanaan program BPM PPMK. Ini semua perlu komitmen serta dukungan stege holder dilingkup Pemkot Pagaralam. Foto diabadikan belum lama ini

PAGARALAM POS, Pagaralam – Program Kotaku di Kota Pagaralam masih berkelanjutan. Baik itu mengatasi perkumuhan ataupun sanitasi hingga kegiatan pelaksanaan program BPM PPMK. Hal ini tidak terlepas adanya komitmen serta dukungan stake holder dilingkup Pemkot Pagaralam.

Hal ini sebagaimana disampaikan Fakrhizal Kotaku Sumsel didampingi Khoironi selaku OC4 Sumsel Kotaku, serangkaian program Kotaku harus adanya kolaborasi dari sejumlah satker terkait. “Kolaborasi atua kerjasama harus terus dibangun bersama dengan stake holder. Baik itu satker terkait penanganan kumuh salahsatunya. Program tidak bisa dilakukan satu lembaga saja dan itulah perlu adanya peran forum dan Pokja PKP (Perumahan dan Kawasan Pemukiman,” ujarnya belum lama ini.

Ditambahkan Plt Kadis Perkimtan Kota Pagaralam David Kenedi ST MM didampingi Kabid Waskim Deni Novi Herly ST MT melalui Kasi Perencanaan Titi Merianti ST, dukungan kolaborasi ini berkaitan dengan dengan forum sebagai wadah peranan Pokja. Yang merupakan kelompok kerja pengembangan perumahan dan kawasan pemukiman secara lintas sektoral dilingkup Pemkot Pagaralam.

“Ini sebagai forum koordinasi untuk membantu memperkuat upaya lembaga structural dilingkungan Pemkot Pagaralam maupun lembaga non pemerintah. tujuannya tak lain dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman,” bebernya seraya mengatakan pembentukan pokja melalui SK Walikota.

Ditambahkan Korkot Kotaku Pagaralam Aldi Ardiansyah, sejumlah kegiatan program Kotaku tidak sebatas penyediaan ataupun rehabilitasi infrastruktur dasar di pemukiman penduduk. Namun juga ada sanitasi dan air bersih hingga mendukung sosial ekonomi masyarakat. “Yang jelas, untuk program Kotaku yang telah berjalan beberapa tahun belakang lebih focus melibatkan masyarakat. Dalam hal ini setiap kegiatan dilaksanakan oleh masyarakat, penerima manfaat masyarakat dan pemeliharanya juga masyarakat,” pungkasnya. (Atg06)

Previous 20.417 Anak Miliki KIA
Next Gencar Promosi Digitalisasi Pariwisata