7 Desember 2021

RAPAT : Rapat forum membahas tunggakan BPJS Kesehatan oleh dua badan usaha di Lahat, Kamis (21/10).

Empat Badan Usaha Nunggak BPJS Kesehatan

PAGARALAM POS, Lahat – Sebanyak 64 badan usaha di Kabupaten Lahat, tercatat menunggak BPJS Kesehatan. Dua diantaranya, nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Yakni PT Tritama sebesar Rp 897 juta dan PT Yasa Industri Nusantara senilai Rp 100 jutaan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuk Linggau, Harry Nurdiansyah mengatakan, 64 badan usaha itu rata-rata ada yang menunggak 1 hingga 24 bulan. Lantas pihaknya mengajukan tujuh badan usaha diantaranya, diberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) oleh Kejaksaan Negeri Lahat, sedangkan yang ditindaklanjuti sebanyak dua perusahaan.

“Sampai bulan September 2021, iuran yang kita bayarkan tidak bisa diambil dari perusahaan itu. Iuran setiap bulan dibayarkan untuk kawan kawan sakit. Pada prinsipnya gotong royong,” ujarnya.

Menurutnya, PT Tritama sudah 24 bulan menunggak BPJS Kesehatan hingga September 2021, sementara PT Yasa Industri Nusantara (YIN), sudah 11 bulan alias hingga per April 2021. Sedangkan PT Tritama ini masih beroperasi sampai saat ini,. Untuk PT YIN yang merupakan perusahaan sub contraktor, sejak April tahun ini sudah berhenti operasi. Termasuk pekerjanya sudah tidak bekerja lagi. “Tapi tetap kita buat berita acaranya,” ujarnya, di Aula Kejaksaan Negeri Lahat saat rapat forum, Kamis (22/10).

Terpisah, Kepala Kejari Lahat, Fithrah SH MH mengatakan, untuk PT Tritama, SKK nya dari BPJS Kesehatan, sudah lama alias pembaharuan di tahun 2021 ini. Sementara PT Yasa Industri Nusantara baru pertama kali di tahun ini. “Dua SKK ini karena memang dibatasi SKK nya, karena ada arahan dari pusat Kejagung. Kalau BPJS awalnya falid setelah itu tidak memenuhi kewajiban iuran BPJS Kesehatan. Itu yang kami pelajari,” ujarnya. (her18)