Cughup Baghu Adalah Lematang Indah

Foto-foto: Dok/Pagaralam Pos
WISATA: Saat musim libur tiba, air terjun Lematang sering didatangi wisatawan dari luar maupun dalam Pagaralam. Foto diabadikan pada 2015 lalu.

PAGARALAM POS, Pagaralam-  Mirco Andreal (40) nampak kebingungan ketika Pagaralam Pos menanyakan lokasi Cughup Baghu kemarin (5/11). Lelaki asal Dusun Petani Kecamatan Pagaralam Utara, ini mengaku belum pernah mendengar nama Cughup Baghu. “Saya baru mendengarnya”ujar Edo, sapaannya.

Devi (35) juga sebelas duabelas. Warga Dusun Koramil Lama ini  memperkirakan Cughup Baghu berada di sekitaran Dusun Aur Duri Kecamatan Dempo Tengah. Tapi begitu ditanyakan tentang Cughup Lematang, dengan cepat Edo, dan Devi mengenalnya dengan baik.  “Terakhir kali saya pas SMA dulu, sekitar tahun 2002,”ujar Devi. “Kalau saya terakhir ke sana tahun1995,”timpal Edo.

Begitulah hasil survei kecil-kecilan yang dilakukan Pagaralam Pos. Kebetulan yang ditanyai adalah para karyawan kantor Harian Umum Pagaralam Pos yang memang berdomisili di Pagaralam.

Lain Nama Satu Tempat

Cughup Baghu, kata Pemerhati Sejarah dan Budaya Sumatera Selatan, Ahmad Bastari Suan SPd, adalah nama untuk air yang terjun di Sungai Lematang. “Namanya Cughup Baghu atau Ayek Baghu yang jatuh di Sungai Lematang,”ujar Bastari dalam sebuah kesempatan wawancara via telepon sekira pertengahan 2019 lalu. “Jadi bukan Cughup Lematang,”ujarpenulis buku Sejarah Besemah yang telah berpulang pada Oktober 2019 ini.

Saat itu Bastari juga memberikan kritik kepada Pagaralam Pos karena menulis nama Cughup Lematang yang terbit di kolom budaya dan pariwisata edisi Sabtu beberapa waktu lalu. Di dalam edisi ini nama air terjun itu memang masih ditulis Cughup Lematang. “Dan memang  dari saya aku kecik, segala jeme Besemah nyebute Cughup Baghu. Kesalahan awam jangan diikuti,”lanjut Bastari berpesan.

Bastari mengenang, sekitar tahun 1960-an, dibangun sebuah taman yang namanya Taman Lematang Indah. Di taman ini ada air terjun yang dinamai Cughup Baghu. Jadi jelas pembagian namanya. Untuk aliran sungai disebut Lematang sedangkan air terjunnya disebut Cughup Baghu. “Mari bersama kita memperbaiki yang salah. Jangan ngiring ngikut rami (ikut-ikutan) untuk merusak,”ajaknya.

Apakah nama Cughup Baghu itu memang benar? “Iya benar. Nama yang benar adalah

Cughup Baghu,”ujar anggota Lembaga Adat Besemah, Satarudin Tjik Olah (75), ketika dihubungi Pagaralam Pos beberapa tahun lalu.

Pemerhati sejarah Besemah Mady Lani juga membenarkan nama Cughup Baghu, bukan Cughup Lematang. Nama Cughup Baghu ujar Mady, diambil karena di sana tumbuh sebuah pohon bernama baghu. “Dan aliran air yang jatuh ke Lematang itu namanya  juga baghu, berhulu di Dusun Tebat Benawa,”tutur Mady ketika dihubungi terpisah beberapa tahun lalu.

Tergerus Zaman

SEJAK kapan nama Cughup Baghu berubah menjadi Cughup Lematang ? Tak ada catatan resmi. Satar memperkirakan, nama Cughup Baghu tenggelam sejak 20 tahun lalu. “Kalau generasi seangkatan dengan saya, masih menyebutnya Cughup Baghu,”ujarnya.

Adapun untuk generasi muda apalagi yang lahir di era milenial, diakui Satar akan lebih mengenal nama Cughup Lematang. “Karena orang sering menyebutnya Cughup Lematang lama-lama jadi kebiasaan,”ujar Mady menambahkan. 

Meskipun demikian, Mady mengakui masih ada waktu untuk mengembalikan nama Cughup Baghu pada tempatnya. Caranya misalnya dengan mengajarkannya kepada para pelajar. “Kebetulan saya sekarang lagi menyusun muatan lokal tentang nama-nama Besemah baghi (lama),”ujar Mady.

Cara lain adalah dengan memasang papan nama di dekat lokasi air terjun. Di papan nama ini mesti dibuat sejelas mungkin. Dengan demikian sejarah tak terlupakan. Sebagaimana pesan Bung Karno, presiden pertama RI  “Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah),”. (pid11)

error: Content is protected !!