Catat Embusan dan Tektonik Jauh, Zona Bahaya Letusan Radius 1 Kilometer

PAGARALAM POS, Pagaralam Berdasarkan catatan hasil rekaman alat seismograf, aktifitas kegempaan Gunung Api Dempo terjadi fluktuatif, namun cenderung mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Dempo, Megian Nugraha.

Sambungnya, tercatat pada 15 Januari 2022, total telah terjadi sebanyak 2 kali tertonik jauh, amplitudi sebesar 6 hingga 7 mm, Tremor amplitudo sebesar 0,5 hingga 1 mm, namun dominan menurun di kisaran 0,5 mm, serta terjadi 1 kali kejadian embusan dengan amplitudo mencapai 3 mm, berdurasi selama 36 detik dikeluarkan Gunung Api Dempo.“Untuk visual, puncak Dempo dominan tampak jelas terkadang diselimuti kabut,” terangnya.

Dijelaskan Megian, Pos Pemantuan Gunung Dempo di bawah kendali Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMG) di Bandung, hingga kini masih menetapkan status gunung Dempo berada di level II Waspada, sementara aktifitas Dempo aktif normal.

“Ke depan, kami belum dapat memprediksi kemungkinan apa yang terjadi terhadap Gunung Api Dempo, apakah levelnya kembali naik maupun mengalami penurunan. Pastinya fenomena alam tidak bisa ditebak,” bebernya.

Lanjutnya, meski demikian Pos Pemantauan Gunung Api Dempo tetap mengintensifkan pemantauan terhadap kekinian kondisi Gunung Api Dempo, mengantisipsi hal yang tidak diinginkan. “Ditakutkan kawah Dempo sewaktu-waktu dapat mengeluarkan gas berbahaya. Untuk itu, diimbau kawasan radius sejauh 1 kilometer dari bibir kawah Merapi-Dempo zona bahaya letusan harus steril dari berbagai aktifitas pendakian,” terangnya.

Lanjutnya, diimbau kepada masyarakat, pendaki dan wisatawan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gelojak fenomena alam yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, guna menghindari bahaya yang ditimbulkan. Kepada pendaki dan masyarakat pihaknya mengajak  untuk bersama-sama menjaga alat pemantau Gunung Api Dempo di puncak, agar jangan sampai dirusak oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Alat sesmograf berperan peting dalam menjaga keselamatan masyarakat yang berada di sekitar kaki Gunung Dempo. Tidak hanya Kota Pagaralam, Lahat juga empat lawang,” seraya menambahkan, masyarakat sekitar Gunung Dempo diharap tenang, tidak terpancing isu tentang erupsi Gunung Dempo. (Ag08/CE2/CE-V)

error: Content is protected !!