Biadab, HD Gagahi Anak Tiri


Foto : ist ASUSILA : Tersangka HD saat diinterogasi penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Pagaralam, kemarin (7/6).

PAGARALAM POS, Pagaralam – Kelakuan HD (39) benar-benar biadab. Entah setan apa merasuki pikiran pria yang tega mengagahi anak tirinya sendiri, sebut saja Bunga (11). Tragisnya, gadis belia masih duduk di bangku sekokah dasar ini terungkap berulang kali disetubuhi pelaku di rumah sejak Desember 2020 silam.
Peristiwa asusila yang dilakukan HD, tercatat warga Dusun Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara ini sudah dilaporkan ibundanya, LA didampingi paman korban. LA berharap, agar HD dihukum seberat-beratnya. “Ame pacak Pak (Kalau bisa Pak), die (pelaku HD, red) dihukum seumur hidup atau dihukum mati,” pinta Ibunda Bunga saat memberikan keterangan di Mapolres Pagaralam, kemarin (8/6).
Lantas bagaimana kronologis kelakuan bejat HD terhadap korban Bunga, menurut keterangan Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIK MH melalui Kasatreskrim AKP Acep Yuli Sahara SH, dari laporan korban Bunga kepada Ibunya sendiri. “Korban akhirnya melaporkan perbuatan asusila kepada Ibunya, jika sudah diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya sendiri,” ungkap AKP Acep.
Mendengar pengakuan Bunga, bak disambar petir di siang hari, perbuatan bejat HD pun langsung dilaporkan ke Mapolres Pagaralam, pada Minggu (6/6) lalu. “Korban Bunga, menurut keterangan LA sudah lima kali digauli oleh pelaku. Perbuatan tersebut dilakukan dirumahnya sendiri,” bebernya.
Berbekal laporan dari pihak keluarga, anggota Unit Pidum pimpinan Ipda Erwin Sudiar bergerak cepat mengejar keberadaan pelaku. “Pelaku HD berhasil kita ringkus tanpa perlawanan pada Senin (7/6) di pondok kebun miliknya yang berada di Talang Bandung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat,” kata AKP Acep.
Dari hasil penyelidikan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak-anak) petugas mengamankan barang bukti 1 buah kasur, dan 1 stel pakaian yang dikenakan korban.
Ditambahkan Kasubag Humas Polres Pagaralam, AKP Wempi Kayadu, pelaku HD sekarang sudah diamankan di Mapolres Pagaralam. “HD terancam dijerat pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Atg06)

Previous Ribuan Adminduk Tertunda Cetak
Next Belum Bisa Keluarkan Bukti Lulus KIR