Bangga dengan Bahasa Besemah


Nopran Edwin

PAGARALAM POS, Pagaralam- Nopran Edwin SPd tak habis pikir nama-nama dusun di Pagaralam berubah. Ia mencontohkan nama Karang Dale, kini berubah menjadi Karang Dalo. Baginya ini tak sesuai dengan dialek Bahasa Besemah. “Kita tak mengenal kata dalo, tapi dale,”ujar anggota DPRD Pagaralam ini, ketika dihubungi Pagaralam Pos belum lama ini. Maka Edwin meminta supaya nama dusun ini dikembalikan seperti sediakala.

Bahasa Besemah memang sering disebut dengan istilah base dusun. Ini membuat bahasa Besemah terkesan merupakan bahasa ‘kampungan’. Padahal sejatinya bahasa Besemah tidaklah seperti itu. “Yang benar itu base Besemah,”ujar RA Dewi Saputri, dalam sebuah perbincangan dengan Pagaralam Pos pada 2018 lalu. Wiwik-sapaan akrab Dewi-merupakan pengurus Yayasan Pecinta Sejarah dan Kebudayaan (Pesake) Cabang Kota Pagaralam.

Sementara itu Mady Lani, Pemerhati Budaya Besemah mengatakan hal yang senada. Menurut Mady, base dusun yang melekat bagi bahasa yang dipakai masyarakat Besemah tak identik dengan konotasi ‘kampungan’. “Kenapa dinamakan base dusun. Ini karena Base Besemah dianggap bahasa yang unik,”ucap Mady saat dihubungi Pagaralam Pos beberapa waktu lalu. (pid11)

Previous Komunitas BESEMAH DISTORSI, ‘Rumah’ Bagi Para Pelaku Kreatif
Next Berbahasa Besemah Beraksara Ulu