Andai-Andai Pagaralam KENAGAU


By:Vicki Candra ( Rumah sastra Pagaralam)

By:Vicki Candra ( Rumah sastra Pagaralam)

Syahdan cerita pada zaman dahulu, pada sebuh negeri yang subur, kaya dan makmur, terdapat lah sebuah kerajaan kecil bernama astina ganda, yang di pimpin oleh seorang raja yang arip bijaksana, rakyat yang patuh pada rajanya, tak ada pajak dan upeti yang di pinta oleh rajanya pada rakyat.
Akan tetapi sangat di sayangkan, beliau hanya memiliki seorang anak yang tampan, pendiam, tapi, memiliki sipat yang sangat tidak baik, anaknya bernama ANGAU, pangeran ANGAU adalah sosok yang diam tapi memanfaatkan keadaan, Angau sangat tidak di senangi oleh rakyatnya, karena rakyat dari Kerajaan tersebut tahu watak dari pangeran angau, yang diam-diam dan semena-mena terhadap rakyatnya, dalam diam dan sombongnya pangeran Angau, mengumpulkan rakyat yang berpihak kepadanya, untuk mendirikan kerajaan kecil, siapa yang mampu menjadi penjilat makan akan jadi perajurit pangeran Angau, yang diam -diam memiliki maksud busuk di balik semua itu, hingga rakyat yang dulu rukun mulai terpecah belah, sang raja telah mengetahui semua tindak tanduk pangeran Angau, pada suatu hari raja memanggil pangeran Angau, “anakku, aku tahu apa yang engkau lakukan dalam diam mu, tapi, ayahanda mau bertanya, apa maksud dan tujuan yang engkau inginkan ini? ” Tanya Aang raja.
Sang pangeran pun mengelak atas pertanyaan tersebut”Ayahada, siapa yang telah membuat berita seperti itu? Ananda tidak seperti apa yang ayahanda dengar” Bantah pangeran Angau, sang raja pun menggelengkan kepalanya.

Di luar dugaan sang raja, pangeran Angau, kian menjadi jadi, menjelekan tentang kerajaan yang kini di pimpin ayahnya, hingga timbul kegaduhan di negeri itu, pitnah pun kian menyebar, pangeran Angau memang menyusun siasatnya sangat rapih. Hingga pada suatu hari sang raja jatuh sakit, maka untuk sementara pangeran Angau di titahkan untuk memipin negeri tersebut,sementara sang raja dalam keadaan sakit, pangeran Angau kian semena-mena terhadap rakyatnya.

Akhirnya sang raja pun dapat, tapi, apa tihta ayahnya sebelum meninggal”Angau, pimpin lah negeri ini dengan bijkasana, nak, karena barang siapa yang tidak amanah meneruskan kerajaan ini, maka akan selalu di ingat buruknya”.

Selama kepemimpinan pangeran Angau, negeri ini kacau balau, karena orang-orang dalam kerajaan tersebut, adalah para pengikut pangeran Angau yang biasa bermanis mulut dan penjilat, hingga kerajaan itu hancur berantakan.

Tapi, apa daya nasi telah menjadi bubur, pangeran Angau menyesali semua yang telah terjadi, akhirnya pangeran Angau pun pergi dengan aesal dan tangisnya, hingga dia berujar pada sang agung, sambil berteriak, “yang maha Agung, aku sangat tidak berguna, kutuklah aku” Pintanya sambil berteriak, Tiba-tiba petir menyambar tubuh pangeran Angau, pangeran pun menjelma menjadi hewan kecil yang sangat bau busuk menusuk hidung dan sejak saat itu orang mengenang Pangeran Angau, hingga hewan tersebut di bumi Besemah di sebut KENANGAU.

Bio data penulis :
Vicki candra, Anggota Rumah sastra Pagaralam, yang mulai belajar menulis sastra lisan Pagaralam lahir di Pagaralam 09- April-2001, Alumni SMA Negeri 4,Pagaralam ini mulai belajar menulis di bawah asuhan RUMAH SASTRA PAGARALAM. Beralamatkan di Bangun Rejo Pagaralam.

Previous Rengginang Mbak Hen Gurih Tanpa Bahan Pengawet
Next Warga Serahkan Tiga Motor Bodong